Pages

Subscribe:

Jumat, 01 Agustus 2014

August, 02, 2014


Ketika sebuah ketulusan dipertanyakan, apa yang bisa kamu buktikan? Hanya waktu yang membuktikan. Di dunia ini ada beberapa hal yang di anggap tulus karena tidak mau melihat kenyataan dan tulus yang memang tulus.
Ketika ketulusanmu dibalas dengan sebuah sangkaan negatif, haruskah kamu diam dan tidak merasa tersakiti? Sampai saat ini aku tidak mengerti apa itu sebuah ketulusan, apakah ketulusan adalah perbuatan yang nantinya (berharap) seseorang akan membalas perbuatan kita? Atau itu murni “sudahlah, apapun untuknya. Aku mencintai dan menyayangi dia.”
Berikan aku contoh ketulusan yang nyata, bukan hanya dari “apa yang aku lakukan seharusnya kamu juga melakukan itu.” Buatku, mencintai adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa. Seperti menyusuri terowongan gelap dengan cahaya redup sampai akhirnya menemukan ujung yang diterangi oleh cahaya terang abadi, ya..abadi.
Perjalanan cintaku bukan suatu hal yang sederhana, bisa dikatakan rumit, sangat rumit. Bukan hal yang mudah memahami pasanganku, bukan hal yang mudah untuknya memahami sifat dan watakku. Aku menikmati setiap liku perjalanan kisahku, walau suatu ketika sempat berpikir untuk menyudahinya. Setan membuatku berpikir seperti itu, tapi aku kembali ke akal sehatku.
Aku berbicara pada hatiku “hey, dia pasanganmu. Dia menemanimu didalam suka dan duka, dia menemanimu disetiap saat kamu butuh dia dan tidak butuh dia. Kamu juga sudah banyak menyisihkan ruang hati untuknya, mengisinya dengan kehangatan pelukannya, akankah kamu menyudahi ini semua?”
Tapi, semua yang aku alami membuat bagian hatiku berbicara juga.. “dia tidak memperhatikanmu lagi, siapasih kamu? Kamu Cuma cewek yang akan ditinggalkan ketika dia menemukan laki-laki yang bisa memberikan dia segalanya melebihi apa yang kamu berikan!” Rasanya kepalaku sakit, mau pecah! Sangkaan negatif dan positif merasuk kedalam pikiranku!
“Sayang, seberapapun kamu mencoba membenciku dengan keadaan ini.. Di hatiku tetap terukir namamu. Seberapapun kamu tidak mempercayai apa yang aku tulis disini, mulai sekarang percayalah apapun yang aku tulis disini adalah bagian dari isi hatiku. Aku hanya memperindah kalimat demi kalimat agar kau bisa membacanya dengan nyaman.”
“Aku bukan seperti yang kamu inginkan, aku bukan perempuan yang bisa memberikan segalanya untukmu, aku hanya perempuan yang mulai mengatakan “aku mencintaimu” setelah sekian lama aku mengatakan “aku menyayangimu dengan sangat” aku hanya bisa memberikan hati ini untuk kamu perlakukan dengan apapun kemauanmu. Hatiku sudah tak memiliki nyawa karena nyawa di dalam hatiku adalah kamu, ya kamu.. :’)”
Bisa kau hitung sudah berapa ratus liter air mata yang kita keluarkan untuk menyesali dan mengenang kejadian indah dalam hubungan kita, sayang? Sudahkah kamu bersyukur memiliki aku sebagai bagian hidupmu? Aku sangat bersyukur memiliki hidup bersamamu, mengarungi lautan tawa dan lautan tangis di pundakmu. Tertawa dalam berbagai hal, berbicara panjang lebar.
 Kamu ingat bagaimana aku ketakutan setengah mati saat aku melindas seekor ular dekat rumahmu sampai aku tidak berani pulang dan menjejakkan kakiku ditanah? Kamu memelukku sampai-sampai kamu mau mengantarku pulang. Kamu ingat bagaimana aku memelukmu dari belakang ketika kamu bercermin? Kamu ingat bagaimana ciuman rasa sayangku sampai di tubuhmu?
Kamu ingat bagaimana kamu memelukku ketika aku merasa sendirian dan sangat depresi? Kemana semua kepedulianmu? Apakah hilang karena aku memilih pulang kerumah demi sekolahku? Apakah kamu tidak mempercayai aku bahwa aku memiliki keinginan hidup bersamamu sampai mati? Apakah semua ucapanku kamu anggap sebagai bualan semata, sayang?
“Aku memang perempuan pecundang dan pengecut.  Tapi kamu harus tau sayang, disini, dirumah ini, aku mulai membuka jati diriku, aku mulai memperkenalkan kamu dengan cara aku menceritakan semua tentang kamu, semua yang aku ceritakan dengan antusias yang orangtuaku mulai curiga. Aku tidak peduli, aku hanya ingin bersamamu. Jadi aku mohon, berhentilah bersikap seolah-olah kamu tidak membutuhkanku.. :’)”
“Aku mengerti, semua yang kamu lakukan adalah bentuk rasa sayangmu padaku. Tapi sayang, semua yang kamu lakukan pasti ada balasannya.. jika kamu menginginkannya dariku, bersabarlah. Aku berubah seperti yang kamu inginkan di masa lalu pun butuh waktu cukup lama. Tapi sayangnya, aku yang sekarang-- yang dulu adalah keinginanmu sudah tidak berguna. Kamu tidak menginginkannya lagi.. :’D”

Setelah kamu bisa memahami isi tulisan ini, aku berharap kamu mengerti semua yang ada di dalam otak dan hatiku. Aku berharap kamu melaukakn hal ini juga, kalau saja kamu tidak mau berbagi unek-unek denganku. Harus kamu tau sayang, sekarang sudah bukan perkataan “aku sayang kamu” yang ada di hati ini, tetapi “aku mencintaimu, sungguh.” <3 

0 komentar:

Poskan Komentar