Pages

Subscribe:

Minggu, 09 Maret 2014

Broke up..no, it’s late (failed) monthsary.


Mungkin mendapatkan maaf lebih mudah daripada mendapatkan kepercayaannya lagi, ini bukan masalah memaafkan. Ini masalah kepercayaan dan banyak racun disekitarnya, mungkin saya bukan yang paling baik dalam menjaga kepercayaannya tapi... ah sudahlah, apa pentingnya saya  sekarang dengan sakit hatinya dia? Lebih besar sakit hatinya dan lebih penting itu.
Hubungan ini tidak berjalan seperti layaknya sebuah hubungan dengan status “pacar”. Empat hari sudah oh tepatnya duapuluh delapan hari di bulan februari dan dua hari di bulan maret, ah tidak mungkin dari sepuluh september dua ribu tiga belas sampai saat saya menuliskan ini..kepercayaannya tidak tumbuh atau mungkin hanya saya yang terlalu menghukum diriku dengan sangat keras. Berat badan yang berkurang makin berkurang, mungkin sekarang cuma empat puluh lima kilogram.
Kesepian, di cuekin, kurang perhatian, dan saya kurang bersyukur yang menyebabkan lubang luka yang makin besar dan sulit di tutup di hatinya. Saya sayang, sangat, lebih dari apapun, tapi, ini sulit, ini sulit dikatakan. Saya memang tidak bisa berbicara panjang lebar seperti mengetik ini, tetapi setidaknya dia akan membaca walaupun dengan muka jijik membaca ini.
“Seberapa besar kamu ngasih jarak ke aku?”  “Sejauh-jauhnya.” Got the point?
Harusnya nggak maksain dia buat tetap bersama di hubungan yang makin nggak sehat ini, tapi, sekali lagi, ini sulit, saya terlalu sayang dan terlalu ingin dia selalu ada di kehidupan saya  walaupun hanya sementara sampai dia benar-benar mengatakan bahwa dia nggak mau dan nggak mampu lagi ada disini, di hubungan ini.
Dia sudah mengatakan kalo dia nggak mau sama saya lagi, dia udah nggak sayang sama pengkhianat semacam  saya. Dia membenci saya sampai saat ini dia sedang tidur di kamar saya. Saya tidak tahu harus melakukan apa untuk menumbuhkan kepercayaan yang tidak akan pernah sama lagi. Apakah saya harus tetap disini mempertahankan semua dengan kaki kiri saja? Sedangkan kaki kanan saya sudah melangkah satu tahap jauh di depan saya? Buat saya, ini benar-benar kesalahan terbodoh yang saya ulang berkali-kali ketika tidak mendapatkan apa yang saya mau dari dia. Apa yang dia lakukan jauh lebih baik daripada saya, saya acungkan jempol untuk semua perbuatan dan pengorbanannya untuk saya. Saya benar-benar bersyukur memiliki dia tapi saya tidak dan belum bersyukur untuk hal-hal lainnya.

Rasanya sakit, kalo tau isi hati yang berdasarkan hati, bukan emosi atau omongan para racun. Mereka berhak mendapatkan cerita, tapi mereka tidak berhak membuat pencerita mengikuti saran mereka. Pencerita memiliki hati sendiri. Buat kalian para racun, saya punya pestisida dan penetral racun. Apakah anda mau saya netralkan racunnya? Mungkin agak terasa sakit di campur malu ya. 

0 komentar:

Poskan Komentar