Pages

Subscribe:

Senin, 23 Desember 2013

Mama dan kamu.

Mama. Wanita paling penting buatku, bidadari tanpa sayap yang membesarkan aku dg segala caranya. Beliau satu-satunya wanita yang bisa membuatku menyesal sampai akhir hayat.
Bapak. Pria yang sangat sangat bijaksana, walaupun kadang menyebalkan dan kadang membuatku muak dengan peraturannya. Tapi aku tau, beliau berusaha melindungi aku dan adik-adikku dg caranya.
Kamu. Hai! Selamat datang di lingkaran hatiku. Hatiku sudah penuh, terbagi rasa sayangku antara Mama, Bapak, kedua adikku, Pepi. Dan kini, kamu berada di urutan ketiga setelah Mama dan Bapak.
Kamu, Mama. Sama-sama wanita yang tidak akan pernah bisa aku pilih. Kamu, wanita pemilik hatiku, hati yang aku tambatkan kepadamu. Mama, pemilik kehidupan setelah Tuhan menitipkan aku kepadanya. Jangan pernah membuatku memilih. Karena kalian berdua adalah segalanya, segala-galanya yang aku butuhkan. Kalau bisa di ibaratkan, Mama adalah nafasku, kamu adalah paru-parunya♥

Sabtu, 07 Desember 2013

Page one on December


7th Dec, 2013
Kecewa bukan hal yang tabu, bukan hal asing lagi yang sering di perbincangkan. Kadang hati tak bisa mengungkapkan, terkadang hanya butuh tuts keyboard di dalam laptop. Mulut ini tak mampu merangkai kata, lidah ini pun kelu. Hanya hati yang bisa merasakan bagaimana sakitnya di kecewakan, di bohongi, dan di khianati..berulang kali..dalam skala yang kecil..dan sepele..untuk..masing-masng individu.
Adakah disini mengerti bagaimana bentuk sebuah pengkhianatan?
Adakah disini mengerti bagaimana merajut kepercayaan dari sebuah pengkhianatan?
Adakah disini mengerti bagaimana cara menghukum seorang pengkhianat?
Adakah disini membela si pengkhianat?
Adakah disini mengerti mengapa si pengkhianat berkhianata?
Adakah disini melihat sisi lain dari bentuk pengkhianatan itu?
Adakah disini tak membalas bentuk pengkhianatan apapun?
Hubungan yang berlangsung lama tentu saja menimbulkan titik-titik kejenuhan, MUNAFIK jika tidak pernah merasakan kejenuhan, bosan dan tergoda dengan perhatian orang baru. Bisakah semua orang menjadi jujur pada hatinya masing-masing? Dunia ini terlalu sempit untuk mengenal kata setia, setia pada satu hati.
Apakah semua orang disini suci dari kebohongan? Pengkhianatan?
Rasanya tidak adil menguhkum seseorang yang berkhianat secara terus menerus, bukankah Tuhan mengampuni dosa setiap hambanya? Mengapa si pengkhianat tidak terampuni oleh kekasihnya? Apakah kekasihnya melebihi kesabaran dan kelapangan dada Tuhan?
Pernahkah disini melakukan kebohongan dan bercerita kepada pasangannya bahwa kamu telah membohonginya?
Pernahkah terpikir sedikit bagaimana rasanya disepelekan? Di abaikan? Di jadikan pajangan bagi sebuah hubungan?
Apakah hati terbuat dari serat-serat fiber yang bening namun rapuh?
Bukan sebuah pembelaan diri, tulisan ini hanya segelintir titik dari hati yang tak terungkap. Hanya di jadikan sebuah tulisan agar menghibur hati yang tak dapat mempercayai mulut seseorang. Hanya menjadi jembatan antara hati dan tuts keyboard. Salahkah menuliskan ini? Adakah yang membenarkan bahawa keterbukaan hati dan mulut kadang tidak relevan?
Bukankah hati tak berbohong tapi mulut berkhianat?
Apakah disini menghukum mulut?
Keadilan tak pernah didapatkan untuk pengkhianat, cukup saja salah satu diantara pasangan yang berkhianat. Jika keduanya berkhianat, apa yang tersisa dari sebuah hubungan?
Pengkihanatan itu sendiri kah? Atau keduanya sama-sama rapuh untuk memantapkan kekuatan hati?

Bagi sebagian orang, pasangan yang kuat menciptakan hubungan yang sangat sangat sangat lama. Dan seharusnya pula, kita mulai memepercayai mitos yang tidak semua orang percaya dan mengerti. Bahwa tidak akan ada hubungan sehat tanpa canda, tawa, derita, dan pengkhianatan.